Sunday, April 19, 2015

Komunitas Rumah Sahabat ini bukan Yayasan tapi Perkumpulan

       Dengan Hormat,

              Dengan segala kerendahan hati kami menyampaikan bahwa Komunitas Rumah Sahabat ini adalah PERKUMPULAN, kalau anda bertanya-tanya tentang alasan kami mendirikan Perkumpulan itu karna untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, karna kami tidak mau melakukan hal-hal yang pernah di lakukan oleh Oknum-oknum Yayasan yang tidak bertanggung jawab. oleh karna itulah kami sepakat untuk membentuk PERKUMPULAN dengan tujuan agar kami bisa PROFIT, yang mana sisi tersebut untuk KESEJAHTERAAN  para ANGGOTA yang tergabung dalam Komunitas Rumah Sahabat. untuk itu kami sadar bahwa demi tercapainya tujuan tersebut harus selalu di landasi dengan penuh kesadaran akan pentingnya keterbukaan baik di lingkungan kami sendiri maupun ke Masyarakat di sekitarnya yang sengaja kami libatkan agar masyarakat itu tahu segala macam aktifitas kami termasuk catatan pengeluaran, pemasukan serta anggaran yang di dapat dari para donatur. ini semua kami lakukan demi kelancaran aktifitas kami selama ini.  karna kami sangat menjunjung tinggi ''PANCASILA'' . & karna itulah kami ada. bagi para pembaca yang budiman, kami ucapkan terima kasih atas waktunya & salam persaudaraan saja

Tuesday, October 28, 2014

Community Home Companion

Buat kalian yang punya talenta di bidang musik atau ingin membuat grup band, silahkan datang & bergabung bersama kami. selain itu jika ada yang punya bakat ketrampilan tapi belum punya modal, dont worry ! kami dengan senang hati akan membantu anda untuk mewujudkan impian anda. maaf, kami tidak mau bicara panjang lebar dulu, karna bagi kami yang terpenting adalah tindakan dan karya nyata. atas waktu kami ucapkan terima kasih

Friday, May 23, 2014

BANGKITNYA PENGUASA WILWATIKTA_Seri Ke 01

Seri ke: 01
 HARI YANG CERAH

Pada suatu ketika di tempat kediaman Wisnu yang terletak di tengah ibu kota nampak 5 orang Arkeologi tengah sibuk berbincang-bincang, mereka terdiri dari tiga Pemuda & dua Pemudi. Mereka berlima nampak serius membicarakan tentang tempat-tempat wisata, saat itu Wisnu yang kebetulan selesai membaca buku sejarah majapahit, mempe rlihatkan salah 1 halaman buku yang sejak tadi di bacanya,
‘’Nah teman-teman, untuk menjalankan tugas dari bu asti sekarang bacalah buku ini, Siapa tau tempat ini menjadi tempat pertama yang nanti akan kita datangi’’.
Lalu secara bersamaan ke 4 orang temanya duduk berdampingan dan segera membaca buku yang di sodorkan oleh Wisnu, ‘’hmm nampaknya boleh juga usulanmu ini, lalu bagaimana menurut kalian apa kita semua setuju jika kita semua pergi ke tempat ini bersama-sama ?’’ tanya Dewi tegas sambil melirik ke teman-teman lainya.
Setelah mendengar perkataan dewi, mereka nampak saling berpandangan satu sama lain. Lalu tak lama kemudian Anjani, Arjuna, dan Puguh menjawab hampir bersamaan‘’setuju..’’,
”lalu kapan kita berangkat kesana?” Tanya Arjuna pelan.
Wisnu dengan bersemangat menjawabnya ‘’bagaimana kalau tiga hari lagi kita berangkat ke sana..’’
Arjuna nampak manggut-manggut pertanda bahwa dia menyetujui usulan Wisnu. Selang beberapa menit kemudian pandangan teman-teman semuanya tertuju ke ke arah Anjani ketika Anjani menyampaikan sesuatu,
‘’Oya ! kalau kita semua sudah sepakat, untuk perlengkapan memasak nanti biar aku & Dewi yang mempersiapkan, bagaimana Wi..? usul anjani pelan.
‘’ya…saya sich setuju-setuju saja’’ jawab Dewi dengan penuh antusias.
‘’Nah, sekarang semuanya sudah jelas, sedangkan untuk perlengkapan kemah kita membutuhkan 2 pasang tenda oleh karna itu bagaimana kalau kalian bertiga yang menyiapkan tendanya ?’’ kata Anjani sambil menoleh ke arah Wisnu, Arjuna dan Puguh.
‘’mmm ya.., kalau masalah itu mah kita semua setuju kok’’ kata Wisnu sambil menatap Arjuna dan Puguh yang saat itu meng iyakan perkataan Wisnu.
Tiba tiba Puguh melihat jam tangannya yg menempel ditangan kirinya seraya berkata ‘’ teman-teman sekarang hari sudah sore nih, dan sebelum kita pulang ke rumah masing – masing, sebaiknya dalam beberapa hari ini kita persiapkan segala sesuatunya''
Mendengar ucapan puguh yang lantang, Satu persatu sahabat Wisnu segera berpamitan dan segera beranjak dari tempat duduknya menuju mobil milik Puguh yang sejak pagi tadi terparkir di halaman rumah Wisnu. Puguh yang nampak lebih dulu menaikinya segera menstater mobilnya.
Sementara Wisnu yang tengah selesai membersihkan ruang tamu lalu menutup pintunya rapat-rapat dan bergegas ke ruang belakang, tak lama kemudian mobil Puguh segera berlalu dari halaman rumahnya.

******
Sementara itu pada saat yang sama setelah Puguh selesai mengantar beberapa orang temanya ke rumah masing-masing, Puguh nampak sedang berbicara dengan Anjani sambil menyetir mobilnya
''Anjani.., setelah kita ke tempat wisata nanti apakah kita akan selalu bekerja sama untuk menelusuri tempat-tempat bersejarah?'' tanya Puguh seraya menoleh ke arah Anjani walau sebentar
''iya aku selalu berharap kita akan selalu jadi tim yang solid'' jawab Anjani seketika membuat Puguh nampak lega. ''bukahkah kita kesana untuk menelusuri hasil temuan kita beberapa waktu yang lalu waktu kita ke Kolam kendedes'' kata Anjani menambahkan.
Puguh membalas ''yaaa kita memang perlu kesana, karna aku yakin bahwa di pelataran Candi Singasari pasti masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang mungkin harus kita ungkap''
Saat Puguh & Anjani tengah asyik bercakap-cakap sambil melihat jalan raya yang ramai lalu lalang berbagai macam jenis kendaraan akhirnya setelah melewati Gapura yang agak lebar perlahan-lahan Puguh memperlambat laju mobilnya ketika memasuki pintu pagar rumah Anjani yang megah.
Setelah Puguh menghentikan mobilnya, Anjani segera turun dengan langkah santai sambil membawa tasnya dan sebelum memasuki rumahnya Anjani berkata ''Mari guh.. ayo mampir dulu ke rumahku'' tanpa ragu-ragu lagi Puguh langsung mengikutinya dari belakang dan ketika tiba di ruang tamu langsung duduk di kursi sofa yang terletak di ruang tamu sambil menatap Anjani yang bergegas melangkahkan kakinya menuju ke ruang belakang.
Saat Puguh sudah duduk di kursi sofa yang empuk, sorot matanya tertuju ke arah photo-photo yang terpampang di ruang tamu, lalu dari arah serambi belakang muncul seorang wanita setengah baya yang tengah berjalan menghampirinya sambil membawa nampan yang diatasnya terletak dua gelas es jeruk manis lalu sambil meletakan gelas tersebut ''silahkan di minum den..,''kata bibik lirih. Puguh yang merasa kehausan sambil mengangkat gelasnya ''terima kasih bik'' jawab Puguh yang seketika itu juga segera meminum air es tersebut dengan perasaan lega sambil mengamati bibik yang segera kembali ke dapur. Anjani yang beberapa saat lamanya di ruang belakang, segera kembali duduk di samping Puguh yang sejak tadi menunggunya di ruang tamu, setelah Anjani duduk di sebelah Puguh perlahan kedua tangan Anjani yang lembut membuka lagi laptopnya, sementara Puguh sendiri hanya memperhatikan apa yang di lakukakan oleh Anjani. tak lama kemudian saat suara gema adzan sayup-sayup berkumandang dari tempat yang agak jauh dari rumah Anjani.
''waaah Anjani, kamu cepat sekali berganti pakaian..pasti kamu habis mandi ya?'' tanya Puguh seraya tersenyum tipis. sementara Anjani menjawab dengan enteng
“iya benar, aku memang udah mandi kok !'' ,
''Ooo..pantesan kamu nampak segar dan semakin cantik saja yach'' mendengar pujian yang di lontarkan oleh Puguh, Anjani nampak tersipu malu. Ketika pandangan mata Puguh tertuju ke arah jari-jari tangan Anjani yang mulai mengetik, diam-diam Puguh memperhatikan dengan seksama sambil mengomentari tulisan Anjani
''loh ini kan catatan mengenai hasil temuan kita beberapa waktu yang lalu khan...?'',
''ya..,betul sekali guh'' jawab Anjani pelan. ''memang semua ini sudah kusiapkan sejak beberapa hari yang lalu ''imbuhnya, ''wah kamu memang pinter lho...,'' kata Puguh yang lagi-lagi memuji- muji Anjani. ''jangan memuji-muji terus ah..karna pujian itu bisa membuat orang jadi sombong, tinggi hati & besar kepala'' jawab Anjani sambil melirik wajah Puguh yang tampan.

Saat Anjani tengah asyik bercanda dengan Puguh, di depan rumah Anjani terdengar suara mobil yang nampak memasuki halaman rumahnya. lalu ketika suara kendaraan tersebut tidak terdengar lagi, perlahan dari arah pintu depan terlihat seorang wanita yang tengah berdiri di muka pintu rumahnya sambil melepaskan sepatu haq tinggi. Anjani yang segera menyadari siapa yang datang spontan menyapa ''tumben, Mama jam segini udah pulang ya..''
Mama Anjani nampak tersenyum mendengar sapa'an anaknya, sambil menoleh ke arah Puguh beliau berkata
 ''apa ini yang namanya nak Puguh yang pernah kamu ceritakan itu ya?''
spontan Anjani menjawab ''iya benar ma.., dia inilah yang namanya Puguh''
seketika itu juga Puguh nampak tersenyum ketika Mamanya Anjani menatapnya sebentar.
''silahkan di minum nak Puguh'' sahut mamanya Anjani yang sebentar kemudian segera melangkahkan kakinya menuju ke ruang belakang sambil membawa sepatunya dengan tangan kirinya. Anjani yang sejak tadi duduk bersama Puguh, perlahan segera berdiri dan berjalan ke ruang belakang untuk menyusul Mamanya.
''Ma..., besok lusa aku mau minta ijin untuk berkunjung ke Candi Singosari bersama teman-temanku ya....?'' tanya Anjani pelan.
''bukankah Candi Singosari itu terletak di kota Malang kan?, lalu berapa lama kamu menginap disana...?'' Tanya Mamanya dengan penuh tanda tanya.
Anjani menjawab dengan nada merayu ''entahlah ma..,aku sendiri belum bisa memastikan karna kurasa misi kali ini mungkin akan memakan waktu yang agak lama ! boleh ya ma...?''
Mama Anjani berfikir sejenak lalu sambil tersenyum ''yaah mengingat pekerjaanmu sebagai Arkeolog Mama sich tidak melarang kok, tapi ingat, kamu harus selalu berhati-hati dalam mengemban tugas dan jangan lupa telpon mama setiap ada waktu ya''
Dengan perasa'an gembira sambil tersenyum senang Anjani segera memeluk mamanya seraya berkata ''iya ma... terima kasih, Anjani sayaang banget sama Mama'' ''Mama juga sayang sama Anjani kok'' kata Mama Anjani menambahkan.
sebelum Anjani beranjak dari tempatnya, bu Ambarwati kemudian bertanya lagi ''Oya nak, apa kamu naksir nak Puguh ya..?'' Anjani yang nampak tersipu malu menjawab ''aaah mama ini bicara apa sich, kok setiap ada waktu pertanyaanya itu-ituu saja'' sementara bu ambarwati yang merasa bahwa anaknya sudah dewasa dan sudah waktunya untuk berumah tangga kemudian mencoba mengingatkan anaknya
''apakah salah jika mama menanyakan hal ini'' Anjani hanya diam saja mendengar apa yang baru saja di sampaikan oleh mamanya ''yaaa walau kamu tidak menceritakan isi hatimu sama mama tapi kalau melihat tingkah lakumu setiap kali Puguh datang kemari mama sudah tau kok'' Anjani yang nampak gugup mendengar serentetan pertanyaan mamanya spontan berpamitan ''udah dulu ya ma..., aku mau ke depan dulu, karena Puguh masih menunggu di ruang tamu''
Setelah Anjani selesai ngobrol dengan Mamanya, ia langsung menuju ke ruang tamu dan kembali duduk di samping Puguh yang sedang berbicara dengan seseorang lewat telpon genggamnya. sepuluh menit kemudian, setelah Puguh menutup telponnya sambil memperhatikan Anjani yang nampak penasaran
''sepertinya kamu tadi sedang membicarakan tentang hasil penemuan kita ya..! lalu siapa orang yang barusan nelpon kamu itu apa aku boleh tau?'' Puguh tampak tersenyum lalu menjawab ''oooh itu tadi yang nelpon bu Asti, beliau adalah petugas dari pemerintah kota yang memberikan surat ijin untuk kita menelusuri benda-benda purbakala dan malam nanti orangnya mau datang ke rumahku untuk meminta berkas-berkas laporan yang tadi sudah kita susun bersama-sama lho..'' selesai mendengar penjelasan Puguh, Anjani yang segera mengingat sesuatu segera bangkit berdiri dari tempat duduknya
''Oya ! bukankah laporan itu aku yang menyimpanya.. sebentar tak ambilkan dulu salinannya ya..'' usai berkata Anjani segera beranjak ke kamarnya, setelah Anjani kembali menghampiri Puguh, perlahan stopmap yang sudah di bawa oleh Anjani segera di berikan kepada Puguh ''guh sebaiknya kamu bawa saja berkas-berkas ini, nanti jika bu Asti sudah tiba di rumahmu berikan saja ya..'' Puguh yang nampak paham mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Anjani segera meletakkan stofmap tersebut ke dalam tasnya lalu setelah melihat jam tanganya, Puguh segera berpamitan kepada Anjani
''Anjani, berhubung hari sudah sore..sebaiknya aku pulang dulu ya...?'' ''hati hati di jalan ya jangan ngebut-ngebut..'' kata Anjani sambil memperhatikan Puguh yang sedang berjalan menaiki mobil yang di parkir di halaman depan rumahnya. setelah mobil yang di kendarai Puguh berlalu dari rumahnya, Anjani yang waktu itu berdiri di muka pintu nampak membalas lambaian tangan Puguh yang melajukan mobilnya. ketika suasana di sekitar rumahnya kembali sepi, Anjani segera bergegas masuk ke rumahnya sambil menutup pintu.

Pada malam harinya di tempat kediaman Puguh yang sederhana, salah satu tetangga yang melihat mobil Puguh yang terparkir di halaman depan segera menghampiri Puguh yang kebetulan sedang duduk di teras depan sambil menikmati segelas kopi dan camilan buah apel yang di letakkan di atas kursi. Puguh yang melihat kedatangan temanya segera mempersilahkan duduk ''eh.., mas dendi, mari mas silahkan duduk'' dengan senyuman tipis Dendi lalu segera duduk di sebelahnya sambil bertanya ''guh, dari mana saja kamu selama ini..?'' setelah mendengar pertanyaan Dendi
 ''maaf mas kalau selama ini saya nggak ngasih kabar apa-apa,  karna banyaknya tugas yang harus saya selesaikan jadi lupa sama sahabat sendiri hehehehehehe'' setelah mendengar ucapan Puguh, diam-diam Dendi yang pengangguran itu menyadari kesibukan Puguh yang sangat padat sejak bekerja di Instansi Pemerintahan setempat.  ''yah nggakpapa, oya..kamu masih ingat atau tidak sama Utari mantan kekasihmu yang dulu satu kampus sama kamu ituloh..?'' Puguh yang nampak mengernyitkan keningnya setelah mendengar perkataan Dendi kemudian balik bertanya
 ''apa mas Dendi tahu di mana dia sekarang berada?'' perlahan Dendi membenarkan perkataan Puguh ''ya memang benar, dia sekarang sudah jadi guru SMA taman madya bahkan kemarin aku sempat bertemu denganya sewaktu aku hendak ke pasar lalu.., kami sempat mengobrol dan nampaknya dia tambah cantik lho..! dan sexy'' ''ha ha bisa aja ya mas Dendi ini'' gumam Puguh. ''lalu Puguh bertanya lagi ''kalau mas Dendi sendiri bagaimana..?
'' Dendi segera menceritakan pengalaman hidupnya setelah tamat kuliah ''kalau aku sendiri sich yang jelas setelah kita tamat kuliah, dulu aku sempat bekerja sebagai manajer di sebuah pabrik rokok tapi setahun kemudian pabrik di tempatku bekerja mengalami kebangkrutan dan oleh sebab itulah mau tidak mau akirnya pemilik pabrik harus mengurangi karyawannya termasuk aku ini Guh.., untung saja istriku punya simpanan uang dari hasil kerjaku, lalu dengan memakai uang tersebut kami membuka warung kecil-kecilan di rumahku yaaah lumayanlah untuk mencukupi kebutuhan rumah tanggaku sampai aku mendapatkan pekerjaan lagi di tempat lain''
Puguh yang mendengarkan cerita itu seketika merasa iba melihat nasib yang baru saja di alami oleh Dendi sahabatnya itu. beberapa saat kemudian ketika sedang asyik bercanda, mereka berdua segera menoleh ke arah sepedah motor yang memasuki halaman rumah itu. sementara Dendi sendiri berpamitan kepada Puguh saat menyadari bahwa sahabatnya lagi kedatangan tamu. Puguh nampak bangkit dari tempat duduknya seraya melemparkan senyum kepada tamunya
 ''ooh bu Asti, mari bu..silahkan masuk'' sambil mengayunkan tangan kananya ke tempat yang di maksud. bu Asti yang merasa mendapat sambutan hangat segera memasuki ruangan lalu duduk di kursi rotan ''hmm.., dari dulu suasana di rumahmu ini tak pernah berubah ya pak !'' Puguh yang saat itu tengah mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya kemudian menjawab ''ya beginilah gubuk saya ini, sepintas lalu kalau di lihat dari luar nampak bersih tapi setelah masuk ke dalam tau-tau berantakan lho.. hahahaha'' ''aaah pak Puguh ini dari dulu sampai sekarang masih.. saja rendah hati ya.. !'' imbuh bu Asti. Puguh yang telah memegang stofmap itu segera memberikanya pada bu Asti
 ''ini bu..laporan-laporan mengenai hasil temuan kami belum lama ini sesuai dengan permintaan ibu kemarin, semuanya sudah lengkap lho..dan silahkan di periksa terlebih dahulu''  bu Asti yang nampak kagum setelah mendengar penjelasan Puguh yang tegas lalu segera membuka map tersebut lalu membacanya satu persatu. ketika bu Asti nampak menutup stofmapnya, Puguh bertanya lagi ''gimana bu..apa laporanya masih ada yang kurang memenuhi syarat?''
 ''saya rasa tidak ada yang kurang kok pak, nah kalau begitu saya tak pamit pulang dulu ya...'' kata bu Asti yang meyakinkan hati Puguh.  ''loh, bu Asti kenapa terburu-buru sich, apa gak sebaiknya bu Asti menunggu sebentar saja.. kasihan bik aminah lo..sedang membuatkan minuman untuk bu Asti..'' kata Puguh sambil memperhatikan bu Asti yang sebentar-sebentar melihat jam tanganya ''maaf pak bukanya saya menolak maksud baik pak puguh, tapi berhubung saya sekarang ada janji dengan salah satu klien jadi lebih baik lain waktu saja yach'' setelah mendengar pengakuan bu Asti, perlahan Puguh segera dapat memakluminnya. tak lama kemudian bu Asti segera berlalu dari halaman rumahnya sambil terus memacu sepedah motornya ke luar halaman hingga suasana kembali sunyi.

**************
Pada hari berikutnya, Dewi yang berada di dalam biliknya nampak sibuk mengotak-atik gambar yang ada di laptopnya, sambil sesekali meneguk es juice sambil duduk di atas kursi sofa yang empuk. saat ia sedang memperbesar gambar itu tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya terbuka ‘’aaah ibu ini bikin kaget saja ya..,’’ mendengar suara anaknya yang menggerutu, ibunnya yang segera berdiri membelakanginya itu tersenyum ‘’lagi sibuk apa anakku..?’’ tanya ibunda Ambarwati pelan
‘’ini bu.., aku sedang mengamati gambar benda hasil temuan bersama teman-temanku belum lama ini kok’’ jawab Dewi ‘’hmmm..sepertinya itu gambar sebuah kunci yang terbuat dari perak murni, nah coba perhatikan baik-baik aksara jawa yang tertera pada tangkainya, mungkin aksara tersebut adalah sebuah teka-teki’’ kata bu Ambarwati seraya menunjuk ke aksara jawa yang di maksud. Dewi yang baru menyadari apa yang di katakan ibunya segera memperbesar gambar tersebut dengan menggunakan correl draw dan mengamatinya untuk beberapa saat lamanya. ‘’apa mungkin aksara jawa itu adalah sebuah teka-teki ya...?’’ gumam Dewi
‘’ah..jangan-jangan..jangan-jangan’’ sejenak Dewi nampak berpikir keras seolah nalurinya sebagai akeolog mengatakan bahwa ia harus segera memberi tahukan hal ini pada Wisnu, dengan cepat Dewi segera mengambil telpon genggam yang sejak tadi di letakkan di meja, sementara bu Ambarwati nampak segera mengambil kursi dan duduk di samping anaknya sambil memperhatikan apa saja yang di lakukan anaknya
‘’hallo Wis..?’’ sapa Dewi waktu berbicara dengan Wisnu lewat telpon lalu dengan teliti Dewi menceritakan tentang hal-hal yang baru saja di bahas bersama ibunya, demikian pula perihal aksara jawa yang terukir di tangkai kunci tersebut. Setelah Dewi selesai memberikan penjelasan pada Wisnu lewat telpon, perlahan Dewi segera menutup telponya. Ketika Dewi kembali duduk dan meneruskan aktifitasnya, tiba-tiba pandangan mata ibunya mengarah padannya
‘’Oya anakku, sekarang sudah pukul 12 siang ! kalau kamu lapar.., ibu sudah menyiapkan nasi kuning dan tempe bacem kesukaanmu lho..,‘’ kata bu Ambarwati sambil memeluk tubuh anaknya dari belakang
Ketika ibu dan anaknya itu sedang asyik bercakap-cakap, tiba-tiba di depan pintu kamar Dewi yang kebetulan terbuka lebar nampak bik Sati yang baru saja berdiri
‘’ma’af Jeng.., di teras ada dua orang tamu yang baru saja menunggu’’ kata bik Sati ‘’siapa saja tamunya bik...?’’ Tanya bu Ambarwati seraya mengernyitkan keningnya ‘’itu lho.., pak kades dan bu kades’’ setelah mendengar jawaban dari bik Sati, perlahan bu Ambarwati menghampiri bik sati sambil berkata ‘’bik tolong bikinkan dua cangkir teh untuk tamu-tamu kita ya...!’’ ‘’baik jeng’’ setelah berkata demikian, bik Sati segera bergegas ke ruang belakang untuk membuatkan dua gelas minuman sementara bu Ambarwati nampak bergegas ke teras depan rumahnya untuk menghampiri ke dua orang tamunya.

*********
Pada malam harinya , Wisnu bermaksud mengunjungi rumah temannya dengan mengendarai sepeda motornya. dalam kunjungan untuk kesekian kalinya, Wisnu memang sengaja mendatangi rumah kawan lamanya yang selama ini selalu ikut andil dalam memecahkan teka-teki di balik barang-barang antik yang kerap di temukan bersama teman-temanya. Beliau disamping seorang yang ahli sejarah juga dipercaya oleh para pejabat Negara. setelah sampai di depan pintu, perlahan Wisnu segera mengetuk pintu rumah itu tok-tok-tok-tok-tok ‘’ Selamat siang ? tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah yang berjalan mendekat segera membuka pintu rumahnya
‘’Oooh ternyata kamu to.., mari silahkan masuk wis‘’ Wisnu segera masuk dan duduk di kursi bersama temanya itu ‘’wahhhh tumben kamu kesini, setelah sekian lama kamu menghilang kukira kamu gak bisa balik lagi ke alam nyata ini’’ spontan Wisnu tertawa sambil melontarkan kata-kata setelah mendengar canda temanya ‘’hahahahaha kamu ini bisa saja ya bikin aku tertawa’’ ‘’oya Wis walaupun kamu belum mengatakan maksud kedatanganmu kemari, aku sudah tau kalau kamu pasti ingin menanyakan sesuatu padaku khan….?’’ tanya herman sambil menatap wajah Wisnu dalam-dalam,
‘’yaaah ketahuan deh belangnya’’ kata Wisnu balas bercanda sambil tersenyum, lalu Wisnu nampak mengeluarkan sebuah kunci berukuran agak besar dari dalam tasnya. sementara Herman memperhatikan ‘’nah, inilah hasil temuan bersama empat orang temanku waktu kami melancong ke kolam wisata kendedes beberapa waktu yang lalu lho…,! Kata Wisnu menegaskan. Herman yang melihat ke unikan benda tersebut ternganga
‘’waaah antik sekali kunci ini, dan kelihatanya kunci ini terbuat dari perak murni lho..,’’ lalu Wisnu menyampaikan hal-hal yang tadi di sampaikan oleh Dewi lewat telpon semantara herman seletah mendengar ucapan Wisnu nampak meng angguk-anggukkan kepalanya ‘’coba saya lihat dulu kuncinya’’ Wisnu yang diam sejenak segera memberikan kunci tersebut ke tangan Herman, lalu dengan seksama Herman mengamati aksara-aksara jawa yang terukir di tangkai kunci dengan seksama
‘’apa benda ini sudah di foto dengan format correl draw..?’’ Tanya Herman ketika menatap Wisnu ‘’ehhh.. sudah kok’’ mendengar jawaban Wisnu, spontan ‘’kalau begitu.. tolong fotonya kamu copy paste ke flesdihku ini ya !’’ kata Herman setelah merogoh sakunya. Wisnu segera menuruti perkata’an Herman. beberapa saat setelah Wisnu selesai mengcopy paste file yang tersimpan di laptopnya, ia segera mengembalikan flesdish itu kepada Herman. Sementara Herman yang nampak meletakkan kunci itu di atas mejanya ‘’O iya aku sampai lupa, kamu pasti haus ya…?’’ ‘’iya benar man’’ ‘’sebentar tak ambilkan dulu minumanya yaaa’’ kata Herman yang nampak bangkit dari tempat duduknya menuju kulkas yang terletak di sudut ruangan
Tak lama kemudian Herman nampak kembali duduk dengan meletakkan dua gelas es cendol ke atas meja di depan mereka ‘’mari, silahkan di minum dulu es cendolnya..,’’ dengan hati-hati Wisnu mulai membahasi kerongkonganya dengan segelas minuman tersebut. ‘’wah enak sekali es cendol ini, segar dan nikmat..,’’ kata Wisnu ‘’apa kamu mau nambah lagi bro…,? Tanya Herman lagi. ‘’gak usah bro.., sepanci saja sudah cukup kok’’ canda Wisnu spontan membuat Herman tertawa lagi

tanpa terasa malam terus merayap seolah mendengar suara mereka yang tengah asyik membahas soal kunci tersebut, Herman lalu mengajak Wisnu masuk ke sebuah ruangan khusus. didalam ruangan tersebut terdapat banyak almari kaca yang berjejer mengelilingi kamar itu, Wisnu yang nampak berdiri mengamati berbagai macam senjata pusaka yang terpajang di dalam almari tersebut satu persatu sambil berdecak kagum lalu menghampiri Herman yang tengah mengamati kunci yang di pegangnya
‘’Coba lihatlah guratan-guratan yang terdapat pada gagang kunci ini, sepertinya kunci ini sengaja di buat oleh seorang empu pembuat senjata-senjata pusaka’’ kata Herman‘’lalu bagaimana caranya agar kita bisa membedakan bahwa benda tersebut barang pusaka atau tidak?’’ kata Wisnu penasaran. Setelah mendengar perkataan Wisnu lalu Herman seperti mencoba mengingat-ingat sesuatu ‘’bukankah kalau menurut kalender Jawa, bulan ini khan bulan Suro..!’’ 
Wisnu :‘’iya benar, sekarang memang bulan Suro, lalu apa hubunganya antara benda pusaka dengan bulan Suro ini mas ?’’ Herman: ‘’begini wis, kalau kita ingin mengetahui bahwa kunci ini benda pusaka atau tidak, kita harus membersihkan kunci ini dan mencucinya terlebih dahulu karna begitulah cara memperlakukan benda-benda pusaka’’ mendengar penjelasan mas Herman, Wisnu nampak lega. dengan tatapan mata yang bersinar-sinar, Wisnu memperhatikan mas Herman yang tampak mengambil sebuah kotak beserta nampan yang terbuat dari anyaman bambu yang terletak di bawah almari di sudut ruangan kerjanya. selanjutnya Herman segera membawanya ke atas meja sementara Wisnu yang duduk di depanya bertanya lagi
‘’apa itu mas Herman?’’ Herman: ‘’ini adalah kotak yang biasanya kupergunakan untuk mencuci senjata-senjata pusakaku selama ini’’ Wisnu: ‘’hmm.., sepertinya yang di nampan itu gabah yang sudah di tumbuk halus ya ?’’ Herman: ‘’yaaa, tepat sekali’’ Wisnu: ‘’lalu yang di dalam kotak itu apa saja isinya’’ mas Herman nampak tersenyum setelah mendengar pertanyaan Wisnu ‘’ini adalah air rendaman buah pace’’ jawab mas herman menjelaskan Wisnu: ‘’Oooh gitu ya…,’’ gumam Wisnu pelan
Wisnu yang terdiam sesaat memperhatikan apa saja yang di lakukan Herman, terlebih setelah Herman menempelkan kunci itu di keningnya sambil mengheningkan cipta sampai selesai. tangan-tangan Herman yang terampil mulai menggosok-gosok kunci tersebut dengan menggunakan sikat yang terbuat dari besi baja sambil sesekali mencelup-celupkan sikat tersebut ke adonan gabah. Setelah di rasa cukup, kunci itu di celupkan ke dalam air rendaman buah pace, dan kembali menggosok-nggosok kunci itu secara berulang-ulang dan proses tersebut memakan waktu berjam-jam
setelah kunci tersebut terlihat bersih dan mengkilat, kemudian mas Herman mengalungi kunci itu dengan kembang kantil. seketika itu juga mata Herman dan mata Wisnu terbelalak ketika melihat kunci yang telah di letakkan di meja mengeluarkan pamor yang berwarna kebiru-biruan yang menerangi seluruh ruangan itu, rasa kagum yang luar biasa terbersit di wajah mereka yang sedang menyaksikan kejadian yang aneh tapi nyata dan baru kali ini di temuinya. sungguh suatu peristiwa yang langka yang tak mungkin dapat dilupakan begitu saja bagi siapa saja yang melihatnya.
ketika malam semakin larut, perlahan diluar rumah terdengar suara binatang-binatang yang mulai bernyanyi bersahut-sahutan seolah tahu apa terjadi di dalam rumah. kemudian mata Herman tertuju pada aksara-aksara jawa yang terukir pada gagang kunci yang se’akan-akan mulai memberikan petunjuk.
Wisnu yang sejak tadi diam memperhatikan segera menyadari apa yang harus di lakukannya ‘’mas Herman, tolong catat aksara-aksara jawa itu dan segera terjemahkan’’ , Herman segera membuka laci dari balik mejanya untuk mengambil pena dan secarik kertas. Sambil terus mengamati aksara-aksara tersebut perlahan tangan mas Herman mencatat aksara-aksara jawa di antara sinar kebiru-biruan yang seakan membimbingnya sampai catatan itu selesai di terjemahkan. Herman tampak memahami tulisan-tulisan yang telah di tulisnya lalu segera memberikan penjelasan kepada Wisnu
‘’Oya wis, setelah membaca tulisan ini sebaiknya besok kamu dan teman-temanmu berangkat saja ke mojokerto karna menurut petunjuk dan peta yang telah kita dapatkan ini, dan menurut penerawanganku di tempat itulah pasti ada jawabanya’’ kata Herman seraya menatap mata Wisnu dalam-dalam dan setelah itu ‘’nah, sekarang bawalah catatan ini yang nantinya dapat menuntun langkah-langkahmu agar sampai ke tempat yang kalian tuju dan setelah ada perkembangan segera hubungi saya’’ Dengan sigap Wisnu segera melatakkan catatan tersebut ke dalam tasnya sambil berpamitan
‘’wah nampaknya hari mulai malam, dan waktu sudah menunjukkan pukul satu, kalau begitu sebaiknya aku tak pulang dulu ya mas..’’ setelah berpamitan, buru-buru Wisnu segera bergegas keluar dari rumah Herman. Sementara Herman sendiri juga nampak mengantuk sambil memperhatikan Wisnu yang berlalu dari halaman rumahnya sambil mengendarai sepeda motornya sampai suasana di rumah Herman kembali sepi
hawa dingin di malam itu mulai terasa saat angin berhembus menerpa jalan-jalan yang berada di sekitar rumah kediaman Herman yang mulai sunyi dan lengang, perlahan wajah sang rembulan yang bersembunyi di balik awan sedikit demi sedikit mulai menampakkan sinarnya yang berwarna merah keemasan. ketika semua sedang terlelap, terdengar suara binatang-binatang malam yang bernyanyi bersahut-sahutan seirama dengan kelelawar yang beterbangan kesana-kemari sambil sesekali hinggap di pohon-pohon yang rindang

****************
Tak terasa hari terus berlalu , saat menginjak hari yang ke 3 nampak mobil Puguh yang selesai menjemput Wisnu , Anjani , Dewi , dan Arjuna . Mereka berlima segera berlalu dari halaman rumah Wisnu . Dengan penuh semangat mereka asik bercakap cakap di dalam mobil yang merekanaiki. Pada saat itu , Wisnu menceritakan apa yang pernah dia alami sewaktu berkunjung ke rumahnya mas Herman beberapa hari yang lalu . Setelah mendengar hal-hal yang disampaikan oleh Wisnu , perlahan teman-teman ternganga keheranan lalu dengan penasaran "Wah , kalau dipikir-pikir benar juga ya yang disampaikan sama mas Herman kemarin , dari pada kita ke Kota Malang nanti kita tidak mendapatkan hasil apa-apa mendingan kita ke Trowulan saja . Bagaimana teman-teman ? apa kalian setuju ?" Tanya Arjuna sambil sesekali menatap ke arah Anjani , Dewi , Arjuna dan Puguh . "yaaa... saya sich setuju-setuju saja" jawab Dewi . Sementara beberapa teman yang lain hanya diam saja pertanda bahwa bahwa mereka setuju . Di tengah perjalanan mereka melewati setiap kota mereka nampak sekali waktu bersenda gurau , sambil memandang suasana di jalan raya yang ramai lalu lalang berbagai macam kendaraan yang lewat . Puguh yang waktu itu sedang mengemudikan mobil , melirik Wisnu yang mengeluarkan selembar kertas dari dalam tasnya "Nah , teman-teman inilah catatan mengenai hasil temuan kita yang kemarin berhasil di terjemahkan oleh mas Herman dan sekarang coba lihat baik-baik siapa tau diantara kalian ada yang bisa mengartikan simbol-simbol yang tertulis di halaman ini" setelah mendengar penjelasan Wisnu , serentak teman-teman yang duduk di kursi belakang Puguh segera menerima dan mengamati kertas yang di berikan oleh Wisnu . "loh , itu kan gambar bintang seperti gambar bintang yang ada di sakumu itu Wi ?" canda Arjuna sambil memperhatikan Dewi "iiihh , kamu ini ngaco" gumam Dewi seraya menepuk pundak Arjuna . sementara teman-teman lain yang melihat mereka berdua bercanda nampak tersenyum sebentar . Tak lama kemudian , Puguh menghentikan mobilnya ketika melihat lampu merah di perempatan jalan yang mereka lewati . Anjani yang saat itu duduk di kursi belakang yang kebetulan memperhatikan orang-orang yang menyebrang jalan seketika nampak menggeleng-gelengkan kepalanya ketika penjual koran menghampirinya sambil menawarkan korannya , seketika itu juga tukang koran itu segera beranjak dari tempatnya setelah melihat isyarat dari Dewi . beberapa menit kemudian Puguh kembali menginjak pedal gas mobilnya setelah lampu lalu lintas itu menunjukkan warna hijau . Pada saat mobil Puguh melintas melewati depan pasar , sejenak Puguh memperhatikan alat pengontrol BBMnya kemudian "kita mampir sebentar ya ke POM bensin ? untuk mengisi bahan bakar" setelah Puguh selesai berkata , perlahan Puguh memperlambat laju kendaraannya sambil menoleh ke arah kanan dan kiri jalan untuk mencari POM bensin terdekat di setiap jalan yang di lewati . sebentar kemudian di kejauhan nampak sebuah POM bensin yang ramai di padati oleh kendaraan roda empat dan roda dua yang kebetulan sedang mengantri di tempat itu . Dengan sabar Puguh memajukan mobilnya sedikit demi sedikit hingga gilirannya tiba lalu Puguh segera turun dari mobilnya dan membuka penutup tangki mobilnya "mau diisi berapa liter pak ?" tanya petugas POM tersebut "isi 50 liter saja ya.. , " jawab Puguh . Lalu tanpa berkata apa-apa lagi , petugas itu segera memasukkan selang bensin ke tangki mobil Puguh setelah menerima uang yang di berikan oleh Puguh . Setelah petugas tersebut menarik selangnya , perlahan Puguh segera menutup kembali tangkinya lalu dengan sigap segera naik dan melajukan mobilnya untuk meninggalkan tempat itu . waktu terus berlalu seiring waktu angin berhembus seakan menyapa mereka di tengah perjalanan dan ketika sinar matahari telah meninggi , perlahan Puguh menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang agak lebar dan sepi "teman-teman , aku lapar nih sebaiknya kita makan dulu ya... ," mendengar perkataan Puguh , spontan mereka berlima membuka bekalnya masing-masing lalu makan dengan lahapnya . Sambil melepaskan lelah , hingga tak terasa sudah 1 jam lamanya mereka istirahat di tempat itu . kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanannya . Dan ketika kendaraan yang kemudikan oleh Puguh mencapai kecepatan 60 km/jam , Arjuna , Dewi dan Anjani yang mulai kelelahan nampak tertidur di tempat duduknya masing-masing sementara itu Puguh nampak menyalakan sebatang rokok sambil menyetir . Dan ketika Puguh menyadari Wisnu yang masih terjaga , perlahan "Wis . ini loh rokok ? kalau mau ambil saja" Puguh menawarkan rokok kepada Wisnu . "Terima kasih ya rokoknya" jawab Wisnu pelan . setelah itu suasana di dalam mobil nampak hening , keringat yang mengalir di wajah Wisnu perlahan tersapu oleh hembusan angin yang bertiup saat itu . Di sepanjang perjalanan mereka tanpa terasa siangpun telah berlalu dan telah berganti malam , dan kendaraan-kendaraan yang kebetulan berpapasan dengan mobil Puguh mulai meyalakan lampunya .

     Ketika gema Adzan Isya' berkumandang saat mobil Puguh melintas di depan masjid yang cukup besar , Anjani , Dewi dan Arjuna nampak terbangun dari tidurnya sementara Wisnu memberikan sebotol air minum kepada mereka yang barusan bangun dari tidurnya . lalu mereka bertiga secara bergantian meminum air yang diberikan oleh Wisnu . Arjuna yang sejak tadi terdiam mulai berkata "oh iya teman-teman , malam ini kita menginap atau tidak ?" Dewi yang terkesiap setelah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Arjuna kemudian angkat bicara "ya kalau itu sich terserah teman-teman sajalah dan kalau semuanya setuju saya hanya mengikuti saja" tandas Dewi . Wisnu yang waktu itu duduk di samping Puguh sebentar kemudian memperhatikan Puguh yang nampak mulai kelelahan setelah seharian menyetir mobil 
"Guh , kalau kamu merasa lelah sebaiknya biar aku saja yang menyetir ?" mendengar tawaran Wisnu tanpa sepatah katapun Puguh segera menghentikan mobilnya dan segera bergeser ke tempat duduknya Wisnu lalu demikian juga Wisnu ikut berpindah ke tempat duduk Puguh . Beberapa detik kemudian dengan cekatan Wisnu mengemudikan mobil tersebut untuk melanjutkan perjalanannya . Di tengah hiruk pikuknya kota yang ditemani cahaya rembulan mereka tampak menggigil kedinginan ketika angin berhembus lewat sela-sela jendela kaca yang terbuka lebar . sementara di sekitar jalanan yang di lewati, nampak rumah-rumah penduduk dan perkantoran di terangi oleh cahaya lampu-lampu yang berwarna-warni yang juga terdapat di setiap jalan raya yang mereka lewati. Puguh yang sejak tadi duduk di depan, perlahan segera beranjak dan berbaur dengan teman-temanya yang duduk di belakang Wisnu yang saat itu sedang membahas simbol- simbol dan tulisan-tulisan yang tercantum di selembar kertas yang sengaja di letakkan di tengah-tengah kerumunan mereka yang duduk mengitarinya. 
Arjuna yang tampak sedang mengamati kalimat-kalimat yang telah di terjemahkan segera membaca tulisan-tulisan tersebut dengan lantang sambil tertawa dalam hati ''lihat teman-teman coba lihatlah tulisan ini lucu sekali ! disamping lucu tapi mengandung makna yang mungkin bisa jadi merupakan teka-teki yang harus kita pecahkan bersama-sama yang mungkin dapat di jadikan petunjuk bagi kita semua'' ''kalau begitu bacakanlah tulisan itu sekarang juga'' kata Dewi sambil menatap mata Arjuna sesaat. dan perlahan Arjuna membacanya dengan seksama ''tariklah aku sekuat tenagamu agar aku dapat membalikkan punggungku agar kau dapat melihat betapa monyongnya bibirku'' spontan teman-teman tertawa terbahak-bahak ''haahahahahahahaha'' ''lalu apa maksudnya?'' kata Anjani. setelah suara tawa tak terdengar lagi Puguh menjawab ''entahlah, aku sendiri juga tidak tau tapi.., mengkin nanti saja kita cari jawabanya setelah kita sampai di petilasan Prabu Jayanegara raja Majapahit itu" 
Wisnu yang tampak sibuk menyetir dan sejak tadi mendengar pembicaraan itu dan ikut tertawa menyuruh Arjuna untuk membacakan kalimat berikutnya ''Jun.., tolong bacakan kalimat berikutnya, seketika itu juga Arjuna kembali membacakan kalimat berikutnya ''Jika kau sentuh mahkota yang kupegang di atas kepala botakku, akan kugerakkan tanganku untuk memukul bokongmu'' kembali suara gelak tawa teman-teman terdengar lagi ''hahahahahahahaha'' Puguh yang nampak selesai tertawa lalu berceloteh ''lucu juga ya.., mungkin saja seorang empu yang membuat kunci ini adalah seorang empu yang suka melucu ya..,'' Dewi yang tertawa sejenak lalu ikut angkat bicara ''yaaa disamping itu, dia juga seorang empu yang mumpuni pada jamanya lho..,!'' sementara Wisnu menyuruh Arjuna lagi untuk membaca kalimat pada urutan yang ke tiga dan tanpa menjawab, perlahan Arjuna membaca lagi 
''janganlah kau injak kakiku jika kau mau mengintip diriku siramlah dengan air kencingmu'' lalu teman-temanpun tertawa lagi tanpa menghiraukan suasana di sekitar jalan yang di lalui. di sela-sela pembicaraan itu, Puguh nampak mengeluarkan secarik kertas yang ialetakkan di dalam map yang terbuat dari mika lalu perlahan sambil menarok kertas tersebut dengan tangan kanannya ''Oh iya aku hampir lupa, kemarin malam salah satu penyandang dana kita yang bernama pak Singgeh datang ke rumahku lho.., lalu beliau memberikan catatan mengenai dana yang kita perlukan untuk kelancaran misi kita untuk menelusuri jejak benda purbakala temuan kita belum lama ini'' dan perlahan Anjani yang duduk di depan Puguh segera membaca catatan tersebut ''wah ternyata dalam catatan ini tertulis dana untuk keperluan mamin kita sehari hari, selain itu di sini juga tertulis anggaran dana untuk keperluan lainnya'' Dewi yang ikut mendengarkan dengan seksama segera menyela ''Anjani lalu.., bagaimana soal bonus untuk kita apa juga tertulis di situ ?'' 
''yaaa ada kok'' jawab Anjani pelan sambil menyodorkan kertas yang di pegangnya ke tangan Dewi ''nih lihatlah..,'' Dewi yang sudah memegang catatan itu kemudian membacanya dengan pelan ''waaah banyak juga yach..,'' dan setelah selesai membaca, Dewi segera memberikan catatan tersebut kepada Arjuna. lalu Arjuna nampak memberi komentar ''hmm.. uraian yang tertera di sini di jelaskan secara terperinci sekali dan kurasa dana yang kita butuhkan sudah lebih dari cukup'' seketika itu juga Puguh mengingatkan teman-temanya ''yaah begitulah kiranya, oleh sebab itu berapapun anggaran dana yang kita keluarkan.. nantinya kita buatkan catatan sebagai laporan pertanggung jawaban kepada para donatur-donatur kita'' setelah mendengarkan penuturan Puguh, teman-teman nampak manggut-manggut. ketika Puguh dan teman-teman lainnya menyadari bahwa malam semakin larut dan setelah pembicaraan di rasa cukup, Puguh nampak kembali ke tempat duduknya lalu segera menyantap nasi bungkus yang ia letakkan di tas kresek yang di letakkan di depan tempat duduknya ''Ayo teman-teman, mari makan malam'' 
sambil membagi-bagikan nasi bungkus itu satu persatu kepada teman-temanya yang duduk di kursi belakang lalu mereka makan malam di dalam mobil sampai nasinya habis tak tersisa. sementara itu Wisnu sendiri saat sibuk menyetir dengan tangan kanannya nampak menenggak air, sambil memegang botol tersebut dengan tangan kirinya kemudian menutup botolnya dipangkuanya dan segera meletakkan botol itu ke dasbor mobilnya dengan hati-hati sambil sesekali mengarahkan pandanganya ke depan. tak terasa waktu telah menunjukkan pukul dua malam, Wisnu yang sejenak melihat jam tanganya kemudian menyadari bahwa Puguh beserta teman-temanya yang lain ternyata telah tertidur pulas di tempat duduknya masing-masing. sementara di jalan raya yang di lewati yang tadinya di padati oleh kendaraan-kendaraan yang melintas, perlahan-lahan sudah mulai berkurang hingga suasanannya nampak sepi ketika angin malam yang dingin menerpa daun-daun di pepohonan yang tertancap rapi dan berjajar di setiap pinggiran jalan yang membuat suasana nampak terasa keindahannya

Thursday, February 13, 2014

Pak Totok Saat Saya Temui Di Ruang Kerjanya Pada Tgl 10 - 02 - 2014

Video ini saya rekam saat saya menemui pak Totok di JAYABAYA RECORD Tempat kerjanya waktu itu Beliau sedang mengedit REKAMAN AUDIO seseorang yang kebetulan rekaman di situ,

 

Community Home Companion

Community Home Companion creative community to develop their interests and talents of children with disabilities and children who need positive thinking to become proficient fostered the interests and talents of each order later to be able to live independently, and have the potential to be the ones that are useful for homeland and the nation's Motto: Home companions abandoned children and the disabled who think positively regardless of their ethnicity, race, class and religion.

Rapat Warga Rt.02 - Rw.03 Tgl 09-02-2014

Assalamu'alaikum wr wb...., Pada Tgl 02-02-2014 kemarin jam 08-09 malam, KAMI  hadir ke acara rutin Rapat Warga untuk menyampaikan Kegiatan Bimbingan Belajar GRATIS untuk anak usia SD, SMP & SMA. Warga sangat Antusias serta memberikan dukungan kepada kami atas kegiatan yang akan kami laksanakan dio Basechamp Komunitas Rumah Sahabat, bahkan ada salah 1 warga yang mengucapkan terima kasih. saat itu Warga sepakat untuk nantinya di adakan KERJA BAKTI di  tempat kami untuk membuatkan kursi2, meja2 kayu dan membikinkan atas seng untuk kelancaran aktifitas kegiatan tersebut. demikianlah info ini kami sampaikan. dan jika sewaktu-waktu ada perkembangan serta kemajuan tentang kami, akan selalu kami sampaikan disini & atas respon saudara kami ucapkan terima kasih.Ttd Rubiyanto






Sunday, February 9, 2014

Anak yang tinggal di Komunitas Rumah Sahabat


 

Ini adalah foto Agung Widyantoko, dia pemain Keyboard Group Musik KRS yang telah ikut andil dalam proses Aransemen Musik Lagu-lagu kami yg beraliran POP JAWA sampai masuk ke Dapur Rekaman di Jayabaya Record belum lama ini Tgl 07 - 12 - 2014

Friday, February 7, 2014

Bang Arkiles Alokako & Pak Totok

Keterangan : Arkiles adalah Pendiri Komunitas Rumah Sahabat, sedangkan org yg duduk di sebelahnya namanya P.Totok beliau adalah Juru rekam di Studio JAYABAYA RECORD yg terletak di Kota Malang yang akan terus bekerja sama dengan kami
 
 

Perlengkapan Band yang telah kami sediakan

Ini adalah Drum Rolling, Gitar,Bas serta Rytem, Sound dan lain-lain yang telah kami sediakan untuk kelancaran Aktifitas kami serta teman-teman kami selama ini, bagi yg mau sewa/jam utk latihan silahkan datang saja ke Komunitas Rumah Sahabat


Ini adalah Logo Komunitas Rumah Sahabat

Ini adalah Basechamp Komunitas Rumah Sahabat

Ini Basechamp Komunitas Rumah Sahabat yang terletak di Jl.Bandulan Gg.5 No.715 A Rt.02 - Rw.03 Kel.Bandulan Kec.Sukun (Kota Malang) di depan rumah kami nampak spanduk Logo Komunitas Rumah Sahabat yang segaja kami pasang agar jika sewaktu-waktu ada yang mau berkunjung dapat dengan mudah menemukan tempat kami





Tropy dari para MAHASISWA & MAHASISWI UNIVERSITAS BRAWIJAYA (MALANG)

Tropy dari para MAHASISWA & MAHASISWI UNIBRAW

Pada Tgl 22 januari 2014, dalam rangka tugas KKN para Mahasiswa & Mahasiswi yg kuliah di Universitas Brawijaya (MALANG) datang ke tempat kami untuk mewawancarai kami tentang kegiatan kami selama ini



Thursday, February 6, 2014

Agung - Jatuh Bangun

14 maret 2012 idul adha di basechamp komunitas rumah sahabat

Instrumen Lagu rayuan pulau kelapa.avi

Instrumen Biola,Lagu Tanah Airku.avi

Anak Tuna Netra nyanyi Sudahi perih ini.avi

jangan diskriminasi cipt.akhiles.avi (+ daftar putar)

Anggota baru yang telah bergabung bersama kami. 01 - 01 - 2014

Dengan mengucap syukur Kepada Allah Swt, blm lama ini ada anggota baru yang telah bergabung bersama kami untuk meng aransemen lagu2 karya temanku yg bernama I'am. dia tinggal di Kepanjen, karna Group Bandnya telah bubar.,dia bergabung dengan ''KOMUNITAS RUMAH SAHABAT'' utk lebih jelasnya mengenai ALBUM SOLO nya saat ini masih dalam proses ARANSEMEN MUSIK nya, harapan kami semoga para penikmat MUSIK di seluruh tanah air yang sama2 kita cintai ini berkenan dengan lagu-lagu karya anak-anak Band binaan kami, amin yaa robbal aaalaminn ... jk nanti sewaktu waktu ada info terbaru mengenai perkembangan kami, akan kami sampaikan disini.Ini adalah Foto teman kita yg bernama I'am, ALBUM ini akan di edarkan setelah ALBUM KRS di edarkan terlebih dahulu, demikian info dari kami dan terima kasih


Anak - anak binaan kami yg tinggal di basechamp Komunitas Rumah Sahabat

Pada Tgl 02 - Februari 2014 kami juga ada Tamu dari Komunitas Film

Pada Tgl 02 Februari di tempat kami ada Tamu dari Komunitas Film, namanya AHOX, dia adalah seorang Kameramen serta Editing Film yg biasa bikin Film dokumenter dan profil tempat usaha

Tgl 06 - 02 - 2014 kami ada tamu dari Komunitas GAFATAR

Ini  adalah foto di basechamp Komunitas Rumah Sahabat, saat kami kedatangan tamu dari Komunitas Gafatar, dan kebetulan komunitas Gafatar sudah menyebar di 32 Propinsi








Wednesday, May 9, 2012

gundul gundul pacul.avi

melody akhiles kako.avi

Instrumen Lagu rayuan pulau kelapa.avi

jangan diskriminasi cipt.akhiles.avi

Sewu kutho - Roby

Luka Lama-Roby. avi

Lama menanti - Akhiles & Rofi. avi

Historia de un amor - Akhiles. avi

Instrumen Biola,Lagu Tanah Airku.avi

scale melody religious.avi

suwe ora jamu.avi

gundul gundul pacul.avi

Melody banyoLan.avi

Anak Tuna Netra nyanyi Sudahi perih ini.avi

jgn biarkanku sendiri.avi

melody akhiles.avi

Monday, April 16, 2012

BERITA DUKA DARI KOMUNITAS RUMAH SAHABAT 16 - 04 - 2012

BERITA DUKA DARI KOMUNITAS RUMAH SAHABAT 16 - 04 - 2012

oleh Even Perdana pada 16 April 2012 pukul 22:16 ·
     Kemaren sore rendy anak tuna netra binaan kami kerna tedak enak badan dia telpon ibunya yang tinggal di daerah ''talun'' , malam sekitar jam 8 ibunya datang melihat rendy latihan musik bersama teman-teman untuk persiapan tampil di surabaya beberapa hari lagi. lalu malam jam 10 an rendy dkk mulai istirahat, dan aku yang kebetulan tidur di rumah sahabat pada malam itu tak terasa pada pukul 3.10 kristo bangunkan aku yang telah di bangunkan duluan oleh ibunya rendy yang tampak sedang memangku anaknya yang nampak lemas walau sudah di panggil-panggil dan tepuk-tepuk kakinya namun rendy tak jua bangun, memang sempet terbersit dalam pikiran teman2 ah jangan-jangan rendy udah tiada lagi dan tetangga yang berdatangan pagi itu sekitar jam 3.15'' salah seorang diantaranya ada yang memanggil dokter untuk memastikan apakah rendy masih bisa tertolong atau tidak'' sementaral sambil nunggu kedatangan bu dokter,  teman2 menceritakan kejadian yang baru saja menimpa anak asuh kami kepada para tetangga yang barusan datang. lalu saya sendiri sibuk di dapur untuk membuatkan beberapa gelas kopi dan segelas Teh manis untuk ibunya rendy, selang waktu setengah jam kemudian bu dokter tiba di rumah sahabat untuk memeriksa rendy. tapi saat bu dokter mengatakan bahwa rendy sudah tiada, spontan ibunya rendy menangis tersedu sambil menciumi keningnya. tetangga yang terus berdatangan satu persatu membarikan amplop/sumbangan kepada ibunya rendy sebagai tanda turut berduka cita seraya mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya rendydi usianya yang ke 17 thn. disaat itulah aku dan teman-teman menelpon akhiles yang lagi ada tugas mengajar di lumajang, beliau sempat kaget mendengar berita tentang rendy.., akupun selalu sms akhiles untuk memberi tahu situasi di rumah sahabat. pagi itu setelah dokternya pulang, ibunya sempat cerita bahwa dari dulu tempatnya curhat cuma sama rendy, bahkan saat beliau cerita saat ibunya belum datang ke rumah sahabat kalau rendy gak di jemput ibunya gak mau dan terlebih yang lebih menyedihkan lagi setelah ibunya rendy cerita lagi bahwa selama ini hubungan antara rendy & ayah kandungnya tidak pernah akur/sejalan serta tidak pernah sepaham. mungkin hal inilah yang jadi beban pikiran rendy selama ini, sehingga rendy menderita luka bathin yang amat dalam mungkin oleh sebab itulah dia lebih memilih untuk tinggal di rumah sahabat selama setahun setengah setelah keluar dari yayasan yang telah mengasuhnya sejak kecil,  memang rendy tak pernah menceritakan sama saya atau siapapun mengenai ayahnya. karna yang saya tau rendy tidak pernah mengeluh, walau menghadapi masa-masa sulit  namun semangatnya tak pernah padam sedikitpun dan daya juangnya dalam menghadapi tantangan hidup sangat luar biasa, itulah satu hal yang tak dapat kami lupakan. pagi tadi saat ambulan datang menjemput jenazah rendy, akhiles sms katanya dari lumajang langsung naik bis menuju ke rumah duka di daerah wlingi ''Blitar'' setelah ku tanya sama ibunya rendy mengenai alamat rumahnya, segera kubalas sms dari akhiles tadi untuk memberi tahukan alamatnya agar tidak salah arah. tanpa banyak bicara warga datang membantu  mengangkat jenazah rendy ke keranda dan segera memasukanya ke dalam abulan. beberapa menit kemudian sopir ambulan mulai menjalankan mobilnya keluar dari Gg.V setelah kami berlima ikut masuk ke dalam ambulan, ketika mobil telah keluar gang sirine berbunyi lalu spontan orang-orang yang lewat dan di seberang jalan menoleh saat melihat mobil yang kami naiki berjalan menuju kampung halaman keluarga rendy di daerah Ds. Selumbong.
''KAMI ATAS NAMA KOMUNITAS RUMAH SAHABAT'' MENGUCAPKAN INNALILLAHI WA'INNA ILAIHI ROJI'UN PADA RENDY'' SELAMAT JALAN SHOBATKU YANG BAIK, SEMOGA ALLAH MENGAMPUNI SEMUA DOSA-DOSAMU SERTA MEMBERIKAN TEMPAT DI SISIHNYA AAMIN YAA ROBBAL AALAMIN. KAMI MOHON BANTUAN DO'A SAUDARA-SAUDARA SEMUANYA YA
                                                      http://komunitasrumahsahabat.blogspot.com

Tuesday, April 10, 2012

Atas nama Komunitas Rumah sahabat kami Mohon bantuanya

Assalamu'alaikum wr wb...? Kami atas nama komunitas rumah sahabat memohon bantuan pihak Stasiun Televisi untuk meliput kami agar masyarakat mengetahui Visi serta Misi kami juga Motto kami selama ini, dan bagi pihak media surat kabar yang mau memuat berita tentang kami, silahkan datang ke tempat kami di Jl.Bandulan Gg.V no:715 Rt.02 - Rw.03 Kel/Kec : Bandulan/Sukun Kota malang - Jawa Timur Cp: 085790980417 or 081615601293 demikian atas kerja sama serta kehadiranya kami ucapkan terima kasih.

Monday, April 2, 2012

Mari tanggapi & beri respon serta tanggapan berikan komentar anda tentang kami

Apakah anda mau bergabung & ikut berpartisipasi untuk membantu kami dalam aktifitas sosial kami di basechamp komunitas rumah sahabat..? atau barangkali anda ingin sekedar berbagi pengalaman N tukar pikiran sama saya ! tenang ajalah jika sewaktu- waktu anda ada waktu senggang, silahkan datang ke alamat kami di Jl. Bandulan Gg.V no:713 RT.02 - RW.03 kel/kec: Bandulan/Sukun, Malang - Jawa Timur telpon : 081615601293 atau082334326389 , demikian saya sampaikan terima kasih atas kerelaan saudara/i . http://komunitasrumahsahabat.blogspot.com

Thursday, March 29, 2012

Kunjungan para mahasiswi & mahasiswa UMM ke basechamp komunitas rumah sahabat

Tanggal 29 - maret - 2012  pada jam 4 - 5 sore







Kami atas nama staff komunitas rumah sahabat mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas kedatanganya

Thursday, March 15, 2012

Formulir Les Privat Musik Akhiles

KOMUNITAS RUMAH SAHABAT
Jl. Bandulan 715/1E40, Rt.02-Rw.03 Kel. Bandulan, Kec. Sukun, Telpon:081615601293, 082139023948, 087759944619, 085735838750,
  • Belajar musik untuk TK,SD,SMP,SMA penyandang cacat dan umum:
a. Belajar di tempat, perbulan : Rp.200.000 ( bisa nego) 2x pertemuan
b. Guru ke rumah , perbulan : Rp.300.000 (bisa nego) 2x pertemuan
      c. alat musik berupa: gitar akustik & elektrik, keyboard, piano, biola, seruling, harmonika,
      pianika, recorder, organ, drum dan lain-lain.
      d. kelompok/group , sekali pertemuan : Rp.75.000,00 jenis/aliran apa saja.
      e. didampingi 2 asisten yang cukup berpengalaman (Tuna netra)
f. juga membina minat & bakat anak-anak yang kurang mampu di bidang musik,seni lukis dan Kami gratiskan tanpa di pungut biaya apapun.
  • Panggilan pijat refleksi & penyegaran (oleh roffi) tuna netra
    a. di tempat : Rp.25.000,00
    b. pemijat ke rumah : Rp.35.000.00
  • menerima pesanan telur asin ( pesan dua minggu/tiga minggu sebelumnya)
''COBA DULU BARU TAU RASANYA YANG KHAS & UEENAK TENAN''
Hormat kami



Akhiles kako
Pimpinan komunitas rumah sahabat
KOMUNITAS RUMAH SAHABAT
Jl. Bandulan 715/1E40, Rt.02-Rw.03 Kel. Bandulan, Kec. Sukun, Telpon:081615601293, 082139023948, 087759944619, 085735838750,
  • Belajar musik untuk TK,SD,SMP,SMA penyandang cacat dan umum:
a. Belajar di tempat, perbulan : Rp.200.000 ( bisa nego) 2x pertemuan
b. Guru ke rumah , perbulan : Rp.300.000 (bisa nego) 2x pertemuan
      c. alat musik berupa: gitar akustik & elektrik, keyboard, piano, biola, seruling, harmonika,
      pianika, recorder, organ, drum dan lain-lain.
      d. kelompok/group , sekali pertemuan : Rp.75.000,00 jenis/aliran apa saja.
      e. didampingi 2 asisten yang cukup berpengalaman (Tuna netra)
f. juga membina minat & bakat anak-anak yang kurang mampu di bidang musik,seni lukis dan Kami gratiskan tanpa di pungut biaya apapun.
  • Panggilan pijat refleksi & penyegaran (oleh roffi) tuna netra
    a. di tempat : Rp.25.000,00
    b. pemijat ke rumah : Rp.35.000.00
  • menerima pesanan telur asin ( pesan dua minggu/tiga minggu sebelumnya)
''COBA DULU BARU TAU RASANYA YANG KHAS & UEENAK TENAN''
Hormat kami



Akhiles kako
Pimpinan komunitas rumah sahabat

Thursday, February 9, 2012

LUKA LAMA. Penulis Lagu : roby

Lagu ini berjudul Luka lama yg di ambil dari kisah nyata saya roby yang merupakan pengalaman pribadi saya, Cipt: Roby http://komunitasrumahsahabat.blogspot.com

LUKA LAMA

Sekian lama kucari
kekasih dambaan hati
yang slalu sanggup mengerti
dan takkan mengingkari

mengapa luka lama
selalu terulang lagi
cinta yang telah terbina
selalu kandas kembali

Ref: Aku hanyalah insan biasa
       pasti sakit bila di sakiti
       hati siapa yang tak kecewa
       bila kekasihnya tak setia

adakah yang sanggup mengerti
tuk tentramkan hati ini...
ku hanya ingin di cintai
sampai nanti sampai mati..



Tuesday, February 7, 2012

Ucapan Terima Kasih Kepada Crew Dhamma Tv

           Salam kenal & salam persaudaraan aja ya..? Alhamdulillah dengan mengucap syukur serta rasa terima kasih Kepada ALLAH SWT yang telah memberikan kami kesempatan. pada hari Selasa tanggal 7 februari 2012 jam 10:30 Crew Dhamma Tv setting alat ke Balai Rw.4 di gang 1f kelurahan bandulan kec: sukun untuk shooting kami yang nantinya akan di tayangkan di salah 1 program acara Talk Show. di saksikan oleh warga setempat yang jadi Audiensnya, kebetulan Pak Rt & pak Rw  juga ikut menghadiri acara tsb. kami Shooting pada jam 1 siang sampai jam 3:00. selain warga kebetulan dalam acara itu ada beberapa anggota PARFI KOTA MALANG yang ikut hadir. kami atas nama komunitas rumah sahabat mengucapkan terima kasih kepada semua crew Dhamma Tv yang telah sudi meluangkan waktu untuk meliput kami, dan tak lupa saya sampaikan terima kasih juga pada semua warga yang ikut hadir. harapan kami semoga setelah acara tersebut tayang di Dhamma Tv dalam acara Talk Show setiap hari kamis & minggu jam 7 malam. semoga masyarakat kota malang ini dapat mengenal kami lebih jauh lagi, sehingga dapat menciptakan sillaturrahmi & menambah persaudaraan di antara kita semua Amin ya robbal alamin.

Sunday, January 22, 2012

Dompet keperdulian anda

            Wahai saudaraku..., sekaranglah saatnya membuka mata hati
            dan bersama-sama ulurkan tangan untuk entaskan anak-anak
            bangsa dengan penuh rasa cinta dan kasih.....,

            Mari nikmati indahnya berbagi, karna kami ada untuk melayani
            dengan setulus hati, membuat karya nyata agar dapat membuat
            kenyataan seindah impian anak-anak asuh kami

            sebagai bentuk apresiasi serta kepedulian anda, silahkan kirim       
            ke nomor rekening BRI a/c 0051-01-053991-50-6 a.n Akhiles
            Kako. Cp : Akhiles: 081615601293

            berapapun nominal yang anda berikan akan sangat berarti untuk
            kelancaran aktifitas kegiatan sosial yang kami laksanakan,
            sumbangan akan kami gunakan untuk membeli perlengkapan band

            demikian atas bantuan, partisipasinya serta kepedulian saudara/i
            kami ucapkan banyak banyak terima kasih.ttd wakil rumah sahabat.
           
           




Thursday, January 12, 2012

Menerima panggilan untuk mengisi acara Pernikahan & Ulang tahun

 Mau di hibur oleh komunitas rumah sahabat untuk mengisi acara pernikahan saudara/i...,
 kalau cuman akustikan, kami ahlinya karna kami beda & original pastia puas....,

 Mau ngundang kami untuk live musik di even yang bapak/ibu adakan kapan saja,dimana aja
 kami akan selalu siap melayani, untuk menghibur tamu-tamu anda sesuai tema acaranya..,

 kalau anda ingin dihibur oleh group akustik, silahkan hubungi kami di: 081615601293
 karna kami menyajikan Tembang2 Kenangan,Pop alternative,Lagu2 jawa serta lagu2 Latin

 kalau cuman akustikan ngapain repot2 pilih yang lain, karna kini kami ada untuk anda
 karna KRS terdiri dari beberapa anak-anak tuna netra binaan kami yang punya Talenta      



Friday, January 6, 2012

Kini kami telah pindah rumah

            Assalamu'alaikum wr  wb .... ?  hari ini Tgl 06 januari 2012 kami dari komunitas rumah sahabat pindah ke Rumah nomor 715, dan kami sangat bersyukur serta berterima kasih Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para donatur yang telah membantu untuk menjalankan Visi dan Misi kami . dalam persaudaraan saja,alamat masih Di Jl.Bandulan Gg.V, Rt:02-Rw:03, kel: Bandulan, kec: Sukun bagi saudara/i yang mau sillaturrahmi silahkan datang ke tempat kami, demikian atas kedatanganya kami ucapkan banyak-banyak terima kasih. semoga lewat media ini kita dapat terus menjalin Tali sillaturrahmi & kebersamaan kita sebagai umat beragama...,sebegai bentuk kepedulian kita.

Monday, December 26, 2011

tadi kami main musik di even batu Tourism Center

            Assalamu'alaikum wr wb.....? Dengan mengucap syukur td tanggal 26 desember 2011 dari jam 4 sore sampai malam  kami manggung di acara Batu Tourism Center yang dilaksanakan di kota wisata batu,bersama ketua dan anak-anak tuna netra menghibur para pengunjung yang lewat serta memanjakan telinga para panitianya kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya.

Tuesday, December 13, 2011

Dulu kami pernah manggung di BPTP - karangploso

            Dengan Hormat,


             Alhamdulillah setelah ngisi acara ''AGRO EXPO'' di kantor BPTP yang ada di karangploso pada hari minggu tanggal 4 desember kemaren,kami dapat jadwal untuk ber expresi di kantor BPTP koperasi agro mart dan dalam rangka sosialisasi rumah sahabat,kami ngisi live musik seminggu yang lalu dan minggu kemaren tanggal 18-12-2011 dari jam 8-3 sore demikian kami sampaikan terima kasih atas partisipasi pihak kantor BPTP koperasi agro mart.kini kami punya tempat untuk ber Expresi lho....,dan disana nantinya kami akan buka "LES PRIVAT MUSIK AKHILES''...,yang nanti memberikan les keyboard and guitar akustik serta olah vokal.

Sunday, December 4, 2011

Dulu kami pernah Tampil di Even Agro Expo di karangploso-kota malang

            Alhamdulillah hirrobil alamiin....,tanggal 4 desember 2011 kami perform di Even Agro Expo yang di adakan di area ''BPTP KOPERASI AGROMART'' yang bertempat di daerah ''KARANGPLOSO'' bersama teman-teman panitia dari fakultas pertanian dalam serangkaian acara lomba mewarnai gambar itu, saya bersama ketua & anak-anak tuna netra ngisi musik untuk menghibur para pengunjung di gedung sebelah tempat orang tua wali murid berkumpul di satu ruangan pada pukul setengah 12 sampai jam 1 siang. kami atas nama rumah sahabat mengucapkan banyak-banyak teriman kasih kepada seluruh panitia yang telah memberikan waktu dan tempat untuk sosialisasi tempat kegiatan kami agar di kenal masyarakat.dan terima kasih juga kami ucapkan kepada para hadirin yang telah membeli telur asin buatan anak-anak tuna netra,demikian atas partisipasinya kami ucapkan terima kasih.

Friday, November 25, 2011

Akhiles kako melody


Akhiles Melody


Melody akhiles kako


Melody Akhiles

Instrumen ini dimainkan bersama anak-anak tuna netra di basechamp rumah sahabat, sebagai bentuk apresiasi silahkan klik like anda share & download sebagai wujud bahwa anda telah membantu kami untuk kelancaran kegiatan pembinaan untuk mengembangkan minat & bakat anak2 usia SD,SMP serta SMA untuk info lebih lengkap silahkan lihat blog kami di : http://komunitasrumahsahabat.blogspot.com
''TERIMA KASIH SUDAH MELIHAT VIDEO KAMI'' and salam persaudaraan yang erat ya......,